another stories from 2015


Terkadang melupakan dan membunuh rasa sakit dari luka yang ditimbulkan itu sulit.
Beberapa kawan menyarankan “udah lah wul, anggap saja dia sebagai teman, lupain aja kalo dia pernah menyakitimu. Maafkanlah dia”
Mudah bagi mereka mengatakan hal itu, tapi bagiku sulit untuk melakukannya.
Pernah aku melihat dia dan bertatap muka, dan saat itu yang aku rasakan hanyalah sakit, ibarat sayatan yang terkena garam..

Yaaa seiring dengan berjalannya waktu, dan seiring dengan semakin lamanya aku mengenal sosok pria yang saat ini mendampingiku, membuatku merasa lebih baik, membuatku sedikit demi sedikit membunuh rasa sakit yang ditimbulkan oleh sang mantan.

Priaku, pria yang hebat, kuat dalam melawan sakitnya, pria yang selalu memberikan semangat disaat sakit menyerang tubuhku, pria yang memiliki kesabaran yang luar biasa, pria yang saat kangen tak berjumpa selalu bermanja-manja ....

2 tahun bukan waktu yang singkat, 1 tahun kita lewati dengan LDR, dan 1 tahun dilewati dengan kita yang lebih bersabar dan lebih menguji kesetiaan satu sama lain... engkau luar biasa sayaang, kau banyak membimbingku untuk menjadi lebih baik, menyemangatiku saat aku mengerjakan tugas akhirku ....
Sayaang, saat ini kita sedang sama-sama berjuang, aku berjuang melawan sakitku dan berjuang menyelesaikan kuliahku, kamu juga berjuang untuk sembuh, berjuang untuk bekerja lagi agar dapat segera menabung untuk pernikahan yang aku pikir itu tak akan lama lagi ....

dan saat ini Alhamdulillahnya banyak teman-teman di kampus, dan dimanapun yang memberikan semangaaat :)
thankyou gaes, thakyou very much :)

1 komentar: